Mimpi Basah Naruto
Siang hari yang begitu panas, tampaklah seorang pemuda sedang berlatih
sndirian di sebuah lapangan. Lapangan itu merupakan tempat latihan
teamnya dulu.
"Ahhh, capek sekali hari ini. Sasuke seandainya
kamu ada di sini, kita bisa berlatih bareng. Sakura juga sibuk dengan
jabatan susternya sekarang. Aku jadi sendirian" gumam Naruto yang sedang
duduk dibawah pohon rindang.
Naruto
melepaskan kaos hitam yang basah. Angin sepoi-sepoi terasa sangat
menyejukkan tubuh Naruto yang kekar. Dia kemudian berbaring dan
memandangi birunya langit. 'Sungguh enak beristirahat di bawah pohon
rindang ini' pikir Naruto.
Naruto tidak menyadari, ada
seseorang yang mengamati dia sejak awal latihan sampai dia beristirahat
di bawah pohon rindang itu. Gadis yang berambut panjang berwarna biru
tua dan bermata lavender.
Saking keenakan akan hembusan angin
sepoi-sepoi, membuat Naruto tertidur. Lima menit dalam tidurnya, Naruto
mulai masuk ke alam mimpinya. Gadis itu mengamati Naruto yang tak
bergerak. 'Naruto-kun sedang apa ya? Kok dia tidak berkutik. Apa
jangan-jangan dia pingsan?' gadis itu khawatir terhadap Naruto.
Dengan inisiatif sendiri gadis itu mendekati Naruto. Dia mulai melihat
Naruto yang bertelanjang dada. 'Naruto-kun, dada kamu sangat bidang.
Otot-otot kekarmu terpampang diseluruh dadamu' pikir gadis itu. Entah
setan apa yang merasuki gadis itu. Gadis itu mulai berbaring di samping
Naruto.
Tiba-tiba Naruto mulai memeluknya dengan sangat erat.
Kepanikan mulai tampak pada gadis itu 'ohh tidak, Naruto-kun memeluk
aku. Gimana nih, aku jadi nggak bisa bergerak. Kalau aku bergerak
sedikit pasti Naruto-kun akan bangun. Mesti gimana nih?' gadis itu mulai
berpikir tapi akhirnya pasrah dengan keadaan seperti itu.
10
menit tidak menggerakkan posisinya, napas Naruto yang terengah-engah
didengar gadis itu. 'Naruto-kun sesak napas apa ya?' pikir gadis itu.
Tanpa disadari tangan Naruto memegang buah dada sebelah kiri dari gadis
itu yang masih tertutup jacket abu-abunya dengan tangan kanan Naruto.
Gadis itu terkesiap, 'huh apa ini, Naruto-kun jangan' gumam gadis itu dengan mengerjap-ngerjapkan matanya.
Naruto bergumam dalam tidurnya "Hinata-chan jangan pergi, aku tidak merasa terganggu kok".
Gadis itu kaget 'apa? Apa yang tadi Naruto-kun katakan? Aku tidak
percaya. Apa dia pura-pura tertidur? Tapi kalau melihat dia. Dia memang
dalam keadaan tertidur. Oh KAMI tolong jangan sampai terjadi sesuatu
disini'.
'Naruto-kun pasti sedang bermimpi tentang aku' pikir
gadisku dengan mencoba mengangkat tangan Naruto yang berada di atas buah
dadanya sebelah kiri.
Tapi tangan Naruto tidak dapat
dipindahkan oleh gadis itu. Malah cengkraman Naruto di dada gadis itu
semakin keras. Keadaan ini membuat gadis itu terbuai dalam nafsunya.
Gadis itu mulai terengah-engah. 'Heh-heh-heh, oh gawat aku merasakan ada
sesuatu yang ingin keluar. Oh, tidak jangan sekarang' pikir gadis itu
dan"Ughhh, mmhhm esshh" gadis itu mulai melenguh keenakan. Ternyata
gadis itu telah mencapai puncak klimaks.
Memang aneh untuk
gadis itu. Baru pertama kalinya dia merasakan sensasi yang luar biasa.
Dia merasakan ada cairan yang keluar di alat kelaminnya. 'Perasaan apa
ini? Apa sih yang sebenarnya dimimpikan Naruto-kun' pikir gadis itu
dengan tampang muka yang puas dan bermerah-merah ria di raut wajahnya.
Apa yang dimimpikan Naruto? Mari kita saksikan mimpinya Naruto.
Awal mimpi Naruto, Naruto sedang berjalan untuk makan ramen. Sampailah
dia ke Ichiraku ramen dan memesan seperti biasa makanannya. Teuchi
langsung memberikan makanan yang telah dipesan Naruto.
Selesai
makan ramen, dia langsung menuju ke kamar apartemennya. "Enak sekali
nih, abis latihan, makan ramen. Abis makan ramen, aku pulang and mandi
air panas dan langsung tidur siang" gumam Naruto.
Selesai mandi, Naruto mendengar ketukan di pintu apartemennya. "sebentar aku bukain" jawab Naruto.
Naruto yang masih mengenakan handuk yang menutupi dari perut sampai
dengkul membukakan pintu. "Hei Hinata-chan, ada apa? Silahkan masuk"
Naruto menyapa Hinata dan mempersilahkan masuk.
Hinata
memandang Naruto dengan bersemu merah dan berkata "gomenasai Naruto-kun
jika mengganggu acara kamu mandi". Hinata tahu Naruto telah
menyelesaikan mandinya, karena terlihat butir-butir air yang mengalir di
dada bidang Naruto. Hinata segera mengambil langkah untuk pergi.
"Hinata-chan jangan pergi, aku tidak merasa terganggu kok" Naruto
menahan Hinata dengan tangan yang tadinya memegang handuk dan menariknya
kedalam. Ini membuat Hinata jadi tidak bisa menyeimbangkan diri setelah
tarikan dari Naruto. Akhirnya Hinata jatuh menimpa badan Naruto yang
bertelanjang bulat. Handuk Naruto terlepas setelah tangan yang memegang
handuk tadi melepaskan pegangan handuknya untuk menarik Hinata.
Kedua-duanya saling bertatap mata. Keduanya seperti terasuki nafsu yang
harus dipenuhi. Posisi Hinata yang berada di atas Naruto tidak berubah.
Naruto membelai rambut Hinata dan Hinata tanpa rasa takut mulai mencium
Naruto di bibir.
Ciuman yang penuh nafsu dirasakan oleh
kedua-duanya. Naruto membalas ciuman itu dengan lumatan. Hinata mulai
membuka bibirnya untuk menerima lidah Naruto. Lidah mereka saling
bertautan sekarang. Mereka telah merasakan birahi yang tinggi.
Naruto merasakan dalam posisi seperti ini kurang puas, kemudian dia
membalikkan posisinya. Sekarang Naruto berada di posisi atas tubuh
Hinata yang masih berpakaian lengkap.
Naruto mengikuti instink sex-nya. Naruto melepaskan ciuman tadi dan mulai mencium leher Hinata.
Hinata melenguh "Ouhh, Naruto-kun. Ahhh". Hinata mulai meraba punggung Naruto.
Selagi dia mencium leher Hinata, Naruto mencari resleting jaket Hinata.
Setelah menemukan resleting itu, Naruto mulai menariknya pelan, turun,
dan akhirya terlepas. Naruto menarik lepas jaket Hinata.
Ternyata Hinata tidak menggunakan dalaman apa-apa lagi. Terpampanglah bukit Hinata yang sudah tumbuh.
Ciuman Naruto kini turun ke bukit kembar Hinata. Sekali lagi Hinata mulai melenguh "Ouch hess hemm, emhh eshh".
Naruto terus merangsang Hinata dengan ciuman di kedua buah dadanya.
Tangan Naruto kini mencari kaitan kunci di celana jins Hinata dan
menarik turun resleting Hinata. Akhirnya Naruto melepaskan celana
panjang itu.
Naruto melepaskan ciuman di buah dada Hinata dan kini melihat tubuh Hinata yang telanjang tanpa sehelai benangpun.
Hinata merasa malu setelah melihat tampang Naruto yang terus memandangi
tubuhnya. Naruto masih terus mengikuti instink sex-nya. Naruto mulai
menciumi perut Hinata, terus kebawah sampai ke bagian G-Spot Hinata dan
"Esshhh Naruto jangan berhenti, tteeeerruuussss eeesssshhh".
Tangan kanan Naruto mulai meremas bagian kiri buah dada Hinata,
sedangkan tangan kirinya memegang kedua kaki Hinata untuk terus
mengangkang.
Vagina Hinata mulai bertambah basah dan basah,
seketika terdengarlah suara lenguhan hebat "Ahhh Naruto aaaakkkuuu
kelll- Shhhss Achhhs ssshhh". Hinata menjambak rambut Naruto dan
melepaskan jambakannya lalu lemas.
"Hinata kamu puas?" tanya Naruto.
Hinata hanya mengangguk. Tangan Hinata kini meraih kejantanan Naruto.
Karena tidak sampai. Naruto menarik tubuh Hinata untuk duduk berhadapan.
Naruto kini bersandar ke pintu apartemen yang belum tertutup. Mereka
tidak memperdulikan pintu itu dari tadi. Mereka telah diliputi hawa
nafsu yang besar. Hinata sekarang bisa menyentuh Kejantanan Naruto yang
berdiri tegak. "Besar ya Naruto-kun" Ekspresi muka Hinata kaget.
Hinata menggenggam batang itu dengan kedua tangannya dan mulai
menggerakkan naik turun. "Ahhh Hinnnaaattta-cchhhannn" Naruto merasa
keenakan dan darah sekarang mulai berkumpul di kejantanan Naruto.
Hinata kemudian mencoba untuk menjilat batang itu "Emmhhh
Hinnnaatttaaa". Hinata lalu mengulumnya dengan ragu-ragu. Naruto
sekarang merasa tambah enak, kedua tangannya membelai rambut Hinata dan
menekan kepala Hinata untuk terus mengulum batangnya itu.
Tidak
lama kemudian Hinata melepaskan tekanan tangan Naruto. Narto merasa
kecewa, karena dia belum meraakan climax. Sekarang mata Hinata menatap
mata Naruto. Mereka berciuman penuh nafsu kembali. Saling melumat lidah
dan bibir.
Naruto melepaskan ciumannya dan merebahkan Hinata
kembali. Dengan kedua tangannya, Naruto melebarkan kaki Hinata.
Memposisikan penisnya di selangkangan Hinata.
"Hinata kamu sudah siap?" tanya Naruto untuk memastikan.
Hinata dengan perasaan takut dan malu menganggukkan kepalanya.
Naruto mulai mendekati kepala penisnya ke arah lubang vagina Hinata
yang masih sempit berwarna merah itu. Ketika hendak menekankan penisnya
ke vagina Hinata, terlihat oleh Naruto ada wajah yang memberikan tampang
killer intent ke Naruto.
"Naruto kamu ngapain disini bersama Hinata?" Suara itu keras dan menggelegar.
"Ehh Sakura-chan sa-sa-" Ucapan Naruto terhenti oleh pukulan Sakura.
"Sakura-chan ampyunn" Naruto teriak dalam mimpinya.
"Naruto-kun ada apa?" Hinata mulai membangunkan Naruto.
Naruto bangun dengan kaget dan duduk. Badannya tertutupi oleh air keringat yang terus keluar.
"Huh-huh-huh, apa cuman mimpi untung saja" Naruto memandang kelapangan yang hijau dan panas.
"Kamu sedang mimpi apa- Naruto-kun?" tanya Hinata yang sekarang jaketnya sudah terbuka.
"Eh Hinata-chan,sejak kapan kamu ada disini?" Naruto tidak menjawab pertanyaan Hinata.
Hinata terus menjelaskan, kenapa dia ada disitu. Dengan muka yang
memerah dia bilang "Naruto, itu kamu besar ya, dan celana kamu basah
tuh" Hinata menunjuk ke arah selangkangan Naruto yang menonjol dan
basah.
Naruto segera menutupinya dengan baju hitamnya. "Hinata-chan jangan cerita ke siapa-siapa ya. Jadikan ini rahasia kita berdua".
Naruto sekarang juga memandang ke Hinata, terutama celana jinsnya
Hinata. "Hinata kamu climax juga ya, tehehehe" pandangan Naruto tidak
berubah dari celana jinsnya Hinata.
"Hmm Naruto-kun dah jangan melihati terus. Aku malu" Hinata menutupi bagian yang basah dengan kedua tangannya.
Tau-tau Naruto mendekati muka Hinata dan mencium bibir Hinata. Lima
menit kemudian Naruto melepaskan ciumannya untuk mengambil napas.
"Hinata aku sayang kamu. Mau nggak kamu jadi pacar aku?" tanya Naruto
dengan wajah puppy love.
"Hmm, pasti Naruto. Aku mau jadi cewek kamu" jawab Hinata dengan muka merah dan perasaan senang.
"Kalau begitu kita ngedate sekarang. Gimana kalau kita ke Ichiraku ramen?" ajak Naruto.
"Dengan celana seperti ini, Naruto-kun? Aku malu" jawab Hinata.
"Tenang-tenang kita keringin dulu celana kita terus kita makan siang bareng ya" kata Naruto dengan tampang seneng banget.
Akhirnya setelah celana kering mereka jalan bareng ke Ichiraku ramen.
'gara-gara mimpi basah, aku jadian ama Hinata' pikir Naruto
Finish
Tidak ada komentar:
Posting Komentar