Minggu, 24 Agustus 2014

Chapter 6

Chapter 6 : I'm Yours

Di sekeliling Hokage Tower, seluruh warga Konoha berkumpul. Di atas menara itu tampak Naruto dengan pakaian Hokage-nya. Pria bermata biru dan berambut pirang itu pun berkata dengan lantang, "Mulai sekarang, aku, Namikaze Naruto, menjadi Hokage ke-7 Konoha! Apapun yang terjadi, aku akan melindungi Konoha! YEAAAHHH!" Naruto menaikkan tangannya tanda dia sangat bersemangat.

"YAAAA!" sambut seluruh warga Konoha yang jadi ikutan semangat karena Hokage-nya pun sangaaattttt bersemangat.

"Oh iya, satu lagi!" Naruto menarik tangan Hinata yang dari tadi berdiri di belakangnya kemudian memeluk pundaknya. "Aku sudah menikah dengan Hinata! Dan aku akan segera menjadi ayah!" teriaknya di antara kerumunan penduduk desa Konoha yang membuat wajah Hinata merah padam.

Tak satu pun dari penduduk Konoha yang bisa menyembunyikan keterkejutannya. Suasana menjadi hening untuk beberapa detik, dan kembali riuh pada menit berikutnya.

"Bagus, Naruto!"

"Itu berarti akan ada penerusmu! Pahlawan Konoha!"

"Selamat, Naruto!"

Dan banyak lagi yang diteriakkan penduduk desa untuk mendukung Naruto dan turut bergembira dengan berita yang baru saja disampaikan Hokage yang baru itu.

"Cium! Cium! Cium! Cium! Cium!" Tiba-tiba teriakan penduduk desa menjadi satu kesatuan dan menyuruh Naruto untuk mencium Hinata di hadapan seluruh warga Konoha.

Wajah Hinata pun memerah. Dia merasa tak akan bisa melakukan apa yang diinginkan penduduk padanya itu. Mana mungkin dia dan Naruto berciuman di depan semua orang? Hiashi pasti membunuhnya!

Namun beda dengan yang dipikirkan pemuda berambut pirang itu. Dia sudah tak peduli lagi. Naruto dan Hinata telah resmi menikah, jadi tak perlu malu lagi kalau harus bermesraan di depan umum. Tangan Naruto memeluk pinggang Hinata dan membuat tubuh gadis itu merapat dengan tubuhnya.

"Aku mencintaimu selamanya, Hinata," ucap Naruto sambil memandang lurus Hinata.

"Aku pun selalu mencintaimu, Naruto-kun. Sekarang dan selamanya," balas Hinata. Dan pada detik berikutnya bibir Naruto sudah bertemu dengan bibir mungil Hinata. Naruto menciumnya di depan seluruh penduduk Konoha tanpa terkecuali. Termasuk Hiashi.

Naruto mencium lembut bibir Hinata. Hinata pun membalasnya. Lidah mereka pun ikut bermain. Air liur mereka juga saling bersatu bersamaan dengan suara napas pasangan muda itu. Mereka berciuman cukup lama hingga merasa harus kembali menghirup oksigen di atmosfer bumi ini. Mereka benar-benar melakukan deep kiss di hadapan seluruh warga desa Konoha.

Terdengar riuh penonton adegan ciuman Naruto dan Hinata. Tepuk tangan pun terdengar berhamburan di antara kerumunan. Dan Teuchi pun ikut bersuara keras, "Naruto, untuk perayaanmu menjadi Hokage dan pernikahanmu dengan Hinata, aku akan traktir kalian semua makan di Ichiraku Ramen!" teriaknya dengan semangat.

Mata biru Naruto terlihat bersinar-sinar. "Benarkah itu, Paman?"

Teuchi tak menjawabnya, hanya mengacungkan ibu jarinya saja. Dan semuanya pun bersorak gembira karena bisa menikmati ramen no.1 di Konoha dengan GRATIS!

"Terima kasih, Paman!" ucap Hokage baru itu riang. Naruto menggendong Hinata ala putri dan melompat dari tower menuju kerumunan orang-orang yang akan selalu mendukungnya itu.

"Aku pasti akan menjadi orang pertama yang sampai di Ichiraku!" ucap Naruto semangat sambil diikuti seluruh orang yang sedang berkumpul hari itu.

==/==

-Di apartemen Naruto-

"Huaaahhhh! Capeeeekkk bangeeettt!" ucap Naruto sambil berbaring di atas tempat tidurnya. "Tapi kenyaaaannnggg~~!" dia memukul-mukul perutnya yang telah dipenuhi makanan favoritnya, ramen dari Ichiraku.

"Naruto-kun, aku mandi dulu ya," ijin Hinata. Dia segera menuju kamar mandi.

"Tunggu dulu, Hinata!" cegah Naruto.

"?"

"Aku ikut!"

"Eh?" Hinata terkejut dengan wajahnya yang terus memerah.

Naruto berada di dalam kamar mandi dengan Hinata. Dia melihat Hinata sangat cocok dengan kimono berwarna violet itu. Naruto merasa sangat sayang jika kimono itu dilepaskan. Namun bagaimanapun juga, Naruto lebih senang jika tubuh Hinata tidak ditutupi oleh selembar kain pun.

Naruto mendekatkan tubuh Hinata ke dinding kamar mandi dan mencium bibir manisnya. Ciuman panas yang tak akan pernah ditunjukkan pada siapapun di dunia ini. Ciuman panas yang hanya milik mereka berdua dimana lidah dan gigi mereka saling beradu. Napas yang semakin memburu.

Tangan Naruto tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Dia membuka obi yang dikenakan Hinata dan membuat tubuh indah istrinya itu ditutupi oleh kimono yang telah terbuka. Naruto bisa melihat dada Hinata yang besar dan lembut. Tangannya tergoda untuk menyentuh dada yang lembut itu. Hinata sedikit mendesah ketika merasakan sentuhan tangan Naruto pada dadanya. Kulit mereka saling bersentuhan.

Naruto berbisik di telinga Hinata, "Aku suka kau memakai kimono seperti ini. Kau tak memakai bra, jadi aku bisa langsung menyentuhnya." Tangan Naruto mulai memijat dada Hinata.

Wajah Hinata memerah. Dia pun balas berbisik, "Naruto-kun, se-se-sebenarnya… semua bra-ku terasa sesak. Kurasa dadaku bertambah besar saja."

"Sudah kuduga, E-cup." Pijatan Naruto pada dada Hinata semakin keras dan membuat desahan Hinata makin cepat.

"Apa kau suka dadaku, Naruto-kun? Apa kau suka jika dadaku bertambah besar?"

Naruto mencium dada Hinata dan memberikan kissmark padanya. "Kau tahu, Hinata? Aku lebih menyukai tubuhmu, seluruhnya, daripada tubuh oiroke no jutsu-ku. Dadamu begitu indah. Besar. Sangat besar. Bentuknya bulat dan bagus. Dan juga sangat lembut. Dan tak ketinggalan vaginamu pun sangat nikmat," rayunya.

"Benarkah?"

"Ya."

"AAAARRGHH!" jerit Hinata ketika Naruto menggigit putingnya dengan keras hingga putingnya itu memerah.

"Apa kau tak suka?"

"Uhm-hm!" Hinata menggeleng. Dia memeluk leher Naruto. "Perlakukan aku sesukamu, suamiku. Aku adalah milikmu, Naruto-kun."

"Hinata," Naruto mencium lembut bibir istrinya itu. Tangannya meraba pada perut Hinata. Dia mengusapnya dengan lembut. Naruto mulai menyadari bahwa perut Hinata tak lagi sedatar dulu. Perut yang kini telah berkembang kehidupan di dalam rahimnya itu mulai membentuk lengkungan.

"Naruto-kun?"

"Dia mulai tumbuh," ucap Naruto lirih sambil mengelus perut istrinya.

"Apa aku terlihat gendut?"

"Kau adalah wanita paling seksi di dunia ini, sayang." Sebuah ciuman lagi-lagi mendarat di bibir Hinata. Kemudian sekali lagi mendarat di perut Hinata yang mulai terlihat agak membesar di usia kandungannya yang memasuki bulan ke-3 ini.

"Hinata, aku ingin 'melakukannya'," pinta Naruto.

"Sudah kubilang, kan? Aku adalah milikmu, sayang. Seluruhnya milikmu. Perlakukan aku semaumu." Hinata melepaskan kimono dari tubuhnya hingga suaminya bisa melihat tiap inchi dari tubuhnya beserta lekukannya.

Naruto pun tak tanggung-tanggung. Dia segera menanggalkan pakaiannya dan menggunakan kagebunshin no jutsu-nya membuat 1 orang bunshin kemudian menyalakan shower kamar mandi agar membasuh tubuh mereka berdua. Naruto menguasai dada kanan Hinata sedangkan bunshin Naruto asyik mempermainkan dada kirinya. Mereka memijatnya. Menekan putingnya dan membuat dada besar itu berloncatan. Bibir Naruto pun meninggalkan kissmark dimana-mana. Air liurnya pun memasahi dada yang lembut itu.

Air shower terus membasahi tubuh pasangan muda yang telah memanas itu. Lidah Naruto mulai menjilati puting susu Hinata dan HAP! Naruto memasukkan dada Hinata itu ke dalam mulutnya. Naruto memijatnya dengan mulutnya seakan sedang mengunyah makanan. Lidahnya pun tak berhenti mempermainkan puting Hinata.

"Aaaaahhhhh~~~Naruto-kuuu~~nnn~~~Aku akan mengeluarkannya!" pekik Hinata.

Naruto mengeluarkan 1 orang bunshin lagi. Bunshin itu segera menunduk di antara kedua kaki Hinata dan bersiap menerima serangan gadis itu. Dan tak lama kemudian, Hinata mengeluarkan cairan manis dari vaginanya. Bunshin Naruto menerimanya dengan mulutnya. Cairan itu memasuki mulutnya dan melewati tenggorokan. Tak berhenti hanya dengan menikmati cairan Hinata, bunshin itu mulai menikmati vagina gadis itu.

"Aaaaahhhhhh~~~~" desahan Hinata makin panjang karena sentuhan tiga orang Naruto.

"Uhm?" Naruto merasakan ada cairan yang keluar dari dada Hinata dan menelannya.

"Apa ASI-ku keluar?" tanya Hinata.

"Sepertinya," ucap Naruto singkat. Dia melanjutkan menikmati cairan manis yang keluar dari gadis yang sedang mengandung itu. "Aku akan menikmatinya lebih dulu daripada anak kita nantinya."

"Aaaaaaahhhhhhhhh~~~~!" Hinata merasakan cairannya keluar lagi secara bersamaan dari vaginanya dan juga dadanya.

"Hinata, aku juga akan mengeluarkannya!" Naruto merasakan dia akan berejakulasi.

"Tunggu dulu, Naruto-kun! Kau harus mengeluarkannya di dalamku!"

"Tapi, Hinata, kau sedang hamil!"

"Sudah kubilang aku tak peduli! Kau menginginkanku, Naruto-kun! Dan aku pun menginginkanmu!"

"Aku sudah tidak tahan!" pekik Naruto. Dia menghilangkan salah satu bunshin-nya yang sedang asyik menikmati vagina Hinata dan mengambil alih tempatnya. Naruto pun segera memasukkan 'miliknya' ke dalam vagina Hinata.

"Tunggu sebentar, Naruto-kun! Aku juga akan mengeluarkannya!"

Naruto pun berejakulasi di dalam Hinata. Dia melepaskan jutaan sperma hangatnya masuk ke dalam Hinata dan bercampur dengan cairan hangat milik Hinata. Sedangkan salah satu bunshinnya masih tetap setia menikmati dada Hinata dan cairan yang keluar dari putingnya. Air shower yang mengalir membasahi tubuh mereka pun terasa panas sama seperti napas mereka yang memburu.

"Naruto-kuuunnn~~~~!" desah Hinata.

Naruto menghilangkan bunshin-nya. Jadi tinggal dia sendirian yang akan 'memakan' Hinata. Dengan 'miliknya' yang masih tertinggal di dalam Hinata, Naruto berejakulasi berkali-kali sambil tetap menikmati dada Hinata dengan mulut dan tangannya.

==/==

– 1 bulan kemudian –

Siang itu Hinata mendatangi Rumah Sakit Konoha. Usia kehamilan Hinata sudah memasuki bulan ke-4. Sesuai janjinya pada Tsunade, Hinata rajin memeriksakan kondisi janinnya pada mantan Hokage itu.

"Sakura-san!" sapa Hinata pada Sakura yang baru saja datang.

"Hinata?" balas Sakura sambil mengambil tempat duduk di sebelah Hinata. "Kau…memeriksakannya?" tanya calon ibu berambut pink itu sambil menunjuk perut Hinata yang telah membesar dengan sempurna.

"Ya," jawab Hinata dengan tersenyum. Dia mengelus lembut perutnya yang membuncit.

"Kau juga datang, Sakura?" sapa Ino.

"Kau sama sekali tak tampak seperti calon ibu, Ino! Lihatlah perutmu itu masih terlihat rata!" ejek Sakura.

"APA? Kau juga sama, kan? Aku juga tak melihat kalau kau itu sedang hamil! Coba lihat Hinata!" balas Ino.

"Usia kandunganku ini baru 1 bulan, bodoh! Mana mungkin kau bandingkan dengan Hinata!"

"Kau itu yang bodoh!"

"Sudah, sudah! Kalian tak usah bertengkar!" lerai Ten Ten yang juga memeriksakan kandungannya yang sudah 2 bulan itu.

"Coba lihat Hinata itu sangat manis dengan perutnya yang membesar itu!" tantang Sakura. Dia melihat perut Hinata yang tampak agak besar.

"?" Sakura merasakan sedikit keanehan. "Hinata, berapa usia kandunganmu?" tanyanya.

"Eh? Uhm, 4 bulan," jawab Hinata lirih. Dia merasa agak canggung karena dirinya dijadikan bahan pertengkaran bagi teman-temannya itu.

"4 bulan tapi sebesar ini?" Sakura makin mendekatkan pandangan matanya pada perut Hinata.

"Me-memangnya kenapa, Sakura-san?" Hinata terlihat khawatir. Dia takut terjadi apa-apa dengan janinnya mengingat janin tersebut adalah bayi seorang jinchuuriki.

"Ino, apa kau merasa kalau Hinata itu hamil 4 bulan?" tanya Sakura.

Ino berpikir sebentar kemudian menggeleng ragu.

"Sa-Sakura-san?" keringat dingin mulai muncul di kening Hinata.

"Perutmu itu tidak terlihat berusia 4 bulan, Hinata! Aku seorang ninja medis. Aku sering melihat banyak kehamilan dari pasien yang datang ke rumah sakit ini dan memeriksa mereka. Tapi seingatku, tak ada wanita hamil 4 bulan dengan perut sebesar dirimu!" jelas Sakura yang menyadari penampakan perut Hinata lebih besar dari rata-rata usia kandungan 4 bulan. Jika tidak bertanya, maka Sakura pasti akan mengira Hinata sedang hamil 6 atau 7 bulan.

"Ja-jadi?" Hinata terlihat gugup.

"Ayo segera kita periksa!" Sakura menggandeng tangan Hinata dan membawanya masuk ke dalam ruang pemeriksaan.

3 komentar:

  1. ① Top 25 Online Casino Site Offers in India - ChoEcasino
    Check out the best online septcasino casino site for Indian players ⚡⚡ ⚡ Sign up and 메리트 카지노 주소 deposit on your ⚡⚡ casino account ✓⭐ slots ✓❗ casino online. choegocasino

    BalasHapus